Lupa ingatan adalah hal yang paling aku takutkan. Jadi aku menulis, untuk mengingat semuanya. Hope you enjoy my words :)
Selasa, 05 Januari 2016
Hipnotis
Lagi dan lagi kulihat spion sebelah kiri motornya. Yaa dia selalu mengatur spion kirinya untuk melihatku yang memeluknya di belakang dan dengan begitu aku juga dapat melihat wajahnya. Berbahayakah? Memang kami pernah mengalami kecelakaan bersama tapi bukan akibat spion kiri yang kami salah gunakan. Melainkan karena hal lain.
Ada kecelekaan truk. Itu yang menyebabkan dia telat menjemputku. Aku tak mempermasalahkannya. Itu benar. Walau sudah setahun lamanya kami bersama, melihat wajahnya saja sudah mampu menenangkan segala emosi tidak baik yang ada pada diriku.
"Kamu tau jalannya?"
"Tau ko tenang aja. Semalem aku udah ngapalin rutenya lewat google map."
Aku tertawa. Entah untuk hal apa namun dia ikut tertawa bersamaku. Google map memang sudah menjadi teman kami jika ingin pergi ke suatu tempat. Maklum, kami sama-sama pendatang di Jakarta. Aku memeluknya lebih erat membuatnya tersenyum dan meremas gemas tanganku.
Aku mengangkat kepalaku yang bersandar di bahunya dan melihat sebuah jalan setapak di daerah yang kami lewati. Aku tak tahu ada dimana ini hehe. Ada tulisan menarik di depan jalan setapak itu. 'Penginapan Mawar' yang ditulis dengan begitu apik.
"Kenapa?" Tanyanya membuyarkan pikiranku. Ternyata secara tidak sadar aku melepas pelukanku. Aku memeluknya lagi.
"Kita ada dimana mas?"
"Sekitar 10 menit lagi puncak,"
***
Kami menghentikan motor di dekat tulisan 'Penginapan Mawar' setelah kami kelelahan menghabiskan waktu di puncak dan memutuskan untuk menginap di penginapan ini sesuai permintaanku. Entah kenapa aku begitu tertarik dengan penginapan ini. Mungkin karna kealamiannya. Jalan setapak dengan pemandangan pohon di sebelah kanan dan kiri dan beberapa tanaman hias, juga lampu penerang.
"Ayo!" Ajaknya sambil merekatkan jarinya di jariku. Aku tersenyum dan mengangguk. Kami hanya perlu berjalan 50 meter untuk mencapai penginapannya. Ada beberapa orang yang jalan di depan kami dan saat aku menoleh ke belakang, ternyata ada beberapa orang juga yang berjalan di jalan setapak ini. Ternyata penginapan ini memang banyak membuat orang tertarik.
"Kenapa?" Aku menggeleng tersenyum sambil sedikit mendongakkan kepalaku agar aku dapat melihat wajahnya. Yaa, dia jauh lebih tinggi dari aku. Dia mengelus kepalaku, ikut tersenyum juga.
Siapa yang sangka bahwa penginapan ini cukup besar. Tiga lantai dengan 30 kamar di setiap lantainya. Mereka bilang fasilitasnya cukup baik. Menggunakan AC, ada televisi, kamar mandi dengan pilihan air biasa atau air hangat, dll. Bahkan mereka menyediakan ruang tunggu yang sangat menyenangkan. Kita bisa karaoke-an, melihat pajangan foto alam yang ada di dinding, dan wifi yang sangat bersahabat. Sepertinya mereka benar-benar tahu cara memanjakan pelanggan.
Dia sudah mendapatkan 2 kunci kamar yang berbeda. Satu untukku dan satu untuknya. Aku melihat wajahnya, ada kesedihan di matanya. Aku mengerutkan kening.
"Ada apa?"
"Penginapan ini sedang penuh-penuhnya hari ini. Kita dapat kamar di lantai yang berbeda. Kamu mau di lantai 1 atau 2?"
Aku memilih lantai 2 dan dia segera mengantarku untuk mencapai tangga. Tangga penginapan ini sangat klasik, terbuat dari kayu jati dan bersih dari debu. Aku memintanya untuk mengantarku cukup sampai tangga saja dan dia cukup menunggu di bawah, tidak perlu sampai depan pintu kamarku. Dia setuju.
Kunaiki tangga pertama, kedua, dan seterusnya. Tangganya benar-benar indah karena setelah dilihat dari dekat, tangganya memiliki ukiran. Ukiran jaman belanda. Benar-benar klasik.
"Aku tak sabar," ujar seorang wanita di depanku yang membuyarkan pikiranku. Aku menoleh ke arahnya. Kulihat tatapan wanita itu lurus ke depan dan dia sendiri. Aku mengabaikannya. Namun aku kembali menoleh ke arah wanita tersebut. Dan melihat orang-orang yang berada di depan wanita itu. Semuanya menatap lurus ke depan padahal di depan tidak ada apa-apa, hanya dinding dengan pajangan gambar seorang laki-laki.
Aku tak dapat mengendalikan rasa penasaranku. Laki-laki dalam pajangan itu duduk dalam sebuah kursi dan menatap lurus dan tajam ke depan. Ada yang aneh. Aku menghentikan langkahku dan menoleh ke belakang. Semua. Semua orang yang sedang menaiki tangga menatap lurus ke arah depan, ke pajangan itu.
Dia! Dia masih di sana. Di dekat tangga pertama, masih menatapku. Seakan mengawasiku sampai aku benar-benar naik ke lantai 2. Tapi dia tidak seperti dia yang tadi pagi menjemputku dan mengajakku ke puncak. Dia berbeda tapi aku bisa mengenalinya lewat kemeja putih bergaris yang dipakainya. Hanya... kini wajahnya berlumuran darah. Begitu pula dengan wajah semua orang yang berada di lantai 1.
Baiklah... dimana aku sekarang???
Kamis, 24 Desember 2015
Bila Bukan Aku yang di Sisimu
Melihatmu menatap wanitamu dengan begitu dalam
Menandakan
bahwa kau memang benar mencintaimu wanitamu
Mendengarkan
setiap kata yang keluar dari bibir wanitamu dengan begitu seksama
Menandakan
bahwa kau memang menghargai keberadaannya
Merasakan
setiap sentuhan wanitamu dengan begitu senang
Menandakan
bahwa kau memang menikmati waktumu berada di dekatnya
Kamu...
Yang tak
pernah malu menggandeng tangan wanitamu kemanapun kaki kalian melangkah
Yang tak
pernah lelah mendengar keluh kesah wanitamu
Yang tak
pernah kehabisan akal menghadapi wanitamu yang bete tiba-tiba
Yang tak
pernah menghindar saat wanitamu membutuhkan bantuanmu
Yang tak
pernah balas memarahi ketika wanitamu memarahimu
Yang tak
pernah berat hati untuk memberikan pelukan saat wanitamu bersedih
Yang tak
pernah berhenti mencintai wanitamu dengan penuh kasih sayang
Bila bukan
aku yang di sisimu
Sudah pasti
aku cemburu pada siapapun wanita yang menempati posisi itu
Terimakasih
karena mengizinkanku menjadi wanita yang ada di posisi itu
Merasakan
keberuntungan ada di sisimu yang memperlakukan wanita dengan baik
Mendengar
decak kagum dari sahabat yang mendengar cerita tentang kita
Mengukir
senyuman bahkan ketika aku memikirkanmu hanya sekilas
Kau apakan
aku??? Hmm???
Tulisan
ini khusus banget untuk mengucapkan “HAPPY 1ST ANNIVERSARY”. Siapkah dengan tahun keduanya??? Hehe...
![]() |
| First date |
![]() |
| First main ke rumah |
![]() |
| Disuruh gaya sama yang moto |
![]() |
| Piknik bareng :D |
| Kondangan bareng pertama dengan rambut gundulnya :D |
Selasa, 10 November 2015
Belasan Terakhir
Malam ini langit gelap. Yaa namanya
juga malam :p Tapi di hatiku selalu terang loh karena ada kamu. Wkwk prolog
macam apah inih -,- Efek hiatus 3 bulan. Maafkan saya yaa.
Gue tiba-tiba gatel banget pingin
nulis lagi. Walaupun belum ada ide akan nulis tentang apa. Bukannya selama 3
bulan ngilang ini ga ada apa-apa, tapi karena terlalu banyak yang ingin gue
ceritain. Tapi menurut gue mungkin tulisan ini adalah tulisan pertama yang
cocok dibagikan setelah gue tenggelam di dunia blog :D
Di ulang tahun gue yang ke-19 tahun
lalu, gue sempat bertanya dalam hati “siapa yaa yang nantinya bakal ada di sisi
gue di umur gue yang beranjak meninggalkan belasan tahun?” “Benar-benar
menemani di belasan terakhir gue atau akan hilang sebelum gue berusia 20
tahun?”
Maklum, anak muda pemikirannya
terkadang masih diracuni sama cerita cinta di FTV atau drama korea wkwk. Atau
mungkin efek di awal gue menginjak umur 19 tahun, gue menemukan dambaan hati
gue yang datangnya ga disangka-sangka.
Dia selalu ada di sisi gue, selalu
ada saat gue butuh dia, selalu siap dimintai tolong, dia romantis, dia
penyabar, dan mungkin yang paling bikin temen-temen gue iri adalah dia
memperlakukan gue like a princess.
Tapi yang paling bikin gue senang adalah dia selalu punya waktu buat gue.
“Kamu kalau pergi ke suatu tempat
tapi gatau jalan pulangnya atau gatau mau naik apa, bilang sama aku. Biar aku
jemput.” Ucapan kesal dan khawatir campur nahan emosi ini adalah ucapan yang
paling gue inget. Waktu gue nekat sore-sore ke mall daerah Bekasi sama
temen-temen gue dan begitu sampe, gue bener-bener gatau gue ada dimana.
Sementara ga ada salah satu orang temen gue yang arah pulangnya sama kayak gue.
Sampai pada akhirnya, “aku besok
mulai kerja di C*******. Senin-Sabtu. Bakalan ngontrak di sana. Kalau kita
ketemunya tiap hari minggu aja gapapa kan?” Antara senang campur sedih. Tapi
sebagai kekasih yang sedang belajar untuk menjadi baik hati (wkwk), gue
mengiyakan dan mendukung keputusannya. Toh, masih Jabodetabek hehe.
Entah minggu keberapa, gue sempat
berkeluh kesah tentang hubungan jarak agak jauh ini (wkwk). Dan dia dengan
cepat berhasil menenangkan kegelisahan gue lewat pernyataannya, “sabar ya,
cinta kita sedang diperkuat.”
Ah iya benar juga.
Cinta ini memang sedang diperkuat.
Jika cinta selalu mendapat kemudahan...Jika cinta selalu berjalan lancar bak
jalan tol... Jika cinta selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan... Jika
cinta selalu sesuai dengan apa yang kita kehendaki... darimana kita bisa tahu
bahwa cinta kita kuat?
Terimakasih, Mas. Sudah menemani
belasan terakhirku dan mengajariku berbagai macam hal. Aku mengagumimu. Sangat.
Jumat, 31 Juli 2015
Aku Ngasih Kode Nih, Kamu Peka Dong!
Cerita
ini berawal saat gue yang tinggal di Tangerang, mesti kudu banget ke kampus
untuk ngambil pesenan lipstick. Ampun kakaaa, ini belanja lipstick yang
terakhir ko [baca tentang lipstick]. Kampus gue ada di Jakarta Timur.
Perjalanan Tangerang – Jaktim naik Transjakarta tuh makan waktu sampe 3 jam.
Mumpung gue lagi ke Jakarta, janjianlah gue sama sang pujaan hati yang sudah
sekian lama ga ketemu buat temu kangen (wkwk) dan doi ngajakin ketemu di Bekasi
aje, ya okelah haha.
Gue
janjian sama si tukang lipstick ini jam 10 ketemu di sekretariat Kelompok
Sosial Pencinta Anak (KSPA), kebetulan kami satu organisasi. Ngaret-ngaretlah,
kami baru ketemu sekitar jam 11.
Rencana
gue, begitu gue dapet lipsticknya gue langsung cabut ke Bekasi. Kenapa
buru-buru? Karena gue naik transjakarta dan perjalanan memakan waktu sekitar 2
jam. Jadi kalau gue cabut jam 11 lewat, gue baru sampe di Bekasi jam 1 lewat
kan. Dengan begitu durasi gue ketemu sama sang pujaan hati bisa lebih lama.
Rencana
tinggal rencana. Halangannya ada aja. Baterai hape gue lobet, jadi gue harus
ngecharge dulu di sekretariat. Sambil nge-charge, ngobrollah gue sama Yudi
(tukang ojeknya anak KSPA nih, bolehlah silahkan dibooking). Ceritalah gue, kalau sebenernya gue buru-buru pingin ke
Bekasi.
Go-jek...
Kata
itu tiba-tiba terlintas di pikiran gue. Bagaikan bintang di kegelapan malam
(alah apa ini :D). Tapi bener.... kayak pencerahan banget. Gue bisa lebih cepet
nyampe Bekasi kalau naik Go-jek dibanding naik Transjakarta.
“Yaudah
lu naik gojek aja. Nih pake kode gue, biar Go-jek credit lo nambah 50rbu.” Kata
tukang ojeknya anak KSPA yang lagi ngerekomendasiin saingannya, Go-jek. Wahaha
enak banget gue. Mungkin kalau pada saat itu gue ngaca, gue bisa liat sendiri
betapa berbinar-binarnya mata gue.
Gue
langsung download aplikasi Go-jek -> daftar -> masukin kode -> dan Go-jek credit gue pun
bertambah jadi 50rbu. Nah, pas gue ngorder dari Kampus A UNJ (Rawamangun) –
Ganceng, Jatisampurna itu tarifnya cuma 10rbu. Wah masih promo nih,
Alhamdulillah banget. Jadi gue lebih bisa cepet nyampe, tinggal duduk doang,
ongkos pun ga keluar karena udah pake Go-jek credit.
Selain
buat transport, Go-jek ini juga bisa buat nganterin makanan dan ngirim barang
loh. Jadi cocok banget buat yang usaha dan mau ngirim barang, bisa lewat
Go-jek. Cocok juga buat yang lagi kelaperan di suatu tempat tapi males keluar
buat nyari makanan, pake Go-jek aja. Apalagi buat yang mau berpergian dan
pingin lekas sampai, Go-jek lah :D Mumpung masih promo 10ribu sampai hari
Minggu, 2 Agustus 2015.
Kalau
udah ga promo, tapi pingin tetap murah? Bisaaaaa. Buat yang pertama kali
menggunakan jasa Go-jek, coba klik menu Go-jek Credit dan segera masukin kode
542935157 dan otomatis Go-jek credit kamu akan bertambah sebesar 50ribu. Bisa
juga dipakai saat promo ko. Nah, buat yang udah kesekian kali pakai jasa Go-jek
sebarin aja kode Go-jek punya kamu. Kalau ada yang makai kode kamu, maka Go-jek
credit kamu juga bakal nambah 50ribu. Think
Win Win banget kan??? :D
Pelayanan
Go-jeknya juga bagus. Walaupun gue harus nunggu abang Go-jeknya sekitar
20menit, begitu gue duduk di jok belakang, abangnya lancung tancap gas dan
gapake nyasar. I’m coming, Mas :D
Cukup 45 menit dan gue bisa bertatap muka dengan sang pujaan hati. Terimakasih
abang go-jek :D
Nah,
kan udah gue kasih kode tuh. Peka dong... dipake yaa kode gue. Jangan lupa,
542935157. Wkwks :D
Senin, 27 Juli 2015
Lipstick
Bukan. Ini
bukan tulisan review sebuah atau bahkan beberapa produk yang biasanya ada pada
sebuah blog kecantikan. Karena blog gue bukan blog kecantikan (atau belum :D).
Karena gue juga ga cantik buat kebanyakan orang :D
Tulisan
gue kali ini mungkin berbau perempuan banget. Tapi kalau Anda laki-laki, tidak
ada salahnya membaca. Siapa tahu kalian jadi mengerti jalan pikiran perempuan.
Kan berguna buat yang sedang dalam masa PDKT atau yang ingin melanggengkan
hubungan percintaannya atau bahkan yang sedang berencana melakukan operasi
transgender perempuan :p
Jadi...
ini tentang salah satu perlengkapan make up perempuan yang paling mudah
digunakan yaitu lipstick. Waktu gue
masih kecil, gue paling seneng liat nyokap gue dandan pas bagian pakai
lipstick.
“Itu
ajaib banget! Bibir kita bisa jadi merah,” – Fai Prasida (10 th)
Butuh
waktu sampai gue ada di semester 3 perkuliahan untuk bisa memiliki lipstick gue
sendiri (ga minjem nyokap). Pada saat itu gue mulai bisa nyari duit sendiri.
Sebenarnya gue bukan tipe perempuan yang doyan dandan apalagi make up-an,
bedakan aja udah syukur kalo sempet. Tapi kalo kerjaan gue tiap hari ngeliatin
katalog perlengkapan make up, gue bisa apa??? Gue kan masih seorang perempuan.
Perempuan biasaaa :D
Lipstick
pertama gue itu shades-nya merah, ini berdasarkan rekomendasi dari nyokap gue
yang emang suka lipstick shades merah. Tapi lipstick-lipstick gue selanjutnya
kebanyakan shades-nya pink, ada juga beberapa yang shades-nya nude. Yaa
menyesuaikan warna kulit gue yang gelap ini lah :D
Lipstick-lipstick???
Iya.
Jadi bibir gue cuma ada satu, jumlah hari dalam seminggu cuma ada 7, tapi
jumlah lipstick gue lebih dari itu. Di sinilah gue sadar, kalau gue udah
terlalu cinta sama si racun warna-warni ini. Dan biarpun gue sadar, gue masih
seneng liat review dari para blogger kecantikan atau iseng liat gambar-gambar
lipstick di IG adek gue. Terus akhirnya kepingin dan beli. Namanya juga terlalu
cinta :’D
Gue ga
ngerasa sendirian. Karena ternyata perempuan suka ngoleksi lipstick itu wajar. Ini
terbukti saat gue magang di BI [baca ceritanya disini] dan kita sharing soal perlengkapan
make up, mereka pun pasti punya lipstick lebih dari 1. Bahkan gara-gara mereka
gue beli 2 perlengkapan make up baru, itung-itung kenang-kenangan hasil jerih
payah gue magang di BI sih hehe.
“Jadi
kamu emang punya anggaran sendiri yaa buat beli perlengkapan make up???” – DS
(laki-laki, 21 th).
“Engga
ko. Mas, perempuan ngeliat lipstick itu
ibarat anak kecil ngeliat krayon.” – Fai Prasida (19 th).
Sekian
dan terimakasih :D :D :D
#pssst,lotaulahyaakadoapayangbakalgueterimadenganmataberbinar-binardanhatiberbunga-bunga;)
Rabu, 22 Juli 2015
Puasa di Bank Indonesia
Puasa tahun ini,
benar-benar beda. Ini puasa pertama
tanpa Ayah dan puasa pertama yang menurut gue ga begitu terasa lama. Tau-tau
lebaran udah berlalu. Kenapa ga berasa???
Yaa karena gue lagi kurang kerjaan aja tiap hari ke BI cuma buat molor atau
numpang nonton One Piece wkwk. Canda :D
Semua ini berawal dari
terhasutnya gue oleh seorang teman yang mau Praktek Kerja Lapangan (PKL) di
liburan semester ini. Padahal jadwal pengambilan PKL untuk Konsentrasi gue itu
tahun depan pas gue semester 6. Mulailah gue sama temen gue, Mirsya –korban
hasutan juga wkwk-, mencari tempat PKL.Dapet rekomendasi di banyak tempat. Tapi pilihan jatuh pada Bank Indonesia yang letaknya di Jl. Thamrin. Mulailah kami PKL di BI pada tanggal 15 Juni 2015. Kami ditempatkan di divisi yang berbeda (atas request gue karena gaboleh 1 divisi sama Ketua Konsentrasi gue). Gue di tempatin di Departemen Pengelolaan Aset (DPA), Divisi Pengelolaan Koleksi Museum, gedung C dengan 20 hari kerja.
Untuk hari pertama PKL,
gue diminta untuk datang ke Gdg. Tipikal terlebih dahulu unuk bertemu dengan
Ibu Tita –yang ngurusin anak PKL-. Jam 7 pagi gue udah stay di sana tapi kita baru diarahin ke gedung masing-masing
sekitar jam 9. Selama 2 jam itu, kenalanlah gue sama beberapa teman yang
kebetulan 1 divisi. Ada Ninda (FH UI 2012), Nadya & Hilda (FE UI 2013),
Nelly & Angel (Akuntansi UPI YAI 2011).
Setelah ada di DPA,
kami berkenalan dengan mentor kami yang super duper baik hati, like an angel kalo kata Ninda haha,
yaitu Pak Depi. Kami ditempatkan di sebuah ruangan yang memang khusus untuk
anak PKL. Kami juga diperkenalkan dengan tugas kami dari A sampai Z. Siang harinya,
kami mendapat teman baru lagi yaitu Lia & Ipeh (Sastra Jepang UNPAD 2012).
Dua hari kemudian,kami mendapat teman-teman baru lagi yaitu Fanco, Firda,
Cynthia (FH UI 2012), Sara (Perbanas 2012), dan Dewi & Riena (Sosiologi UI
2012). Jadi, total kami ada 14 orang hehe.
Selama PKL di BI, jadwal bangun gue adalah jam sahur sekitar jam 3-4
pagi dan setelah itu gue ga boleh tidur lagi. Karena gue bakal kesiangan kalo
tidur lagi. Kendaraan gue pun ganti-ganti. Kadang Transjakarta, kadang Commuter Line + ojek / kopaja. Lama
berdiri di Transjakarta atau ‘jadi pepes’ di dalam Commuter Line bukan masalah besar lagi buat gue. Bahkan gue pernah sebegitu
ngantrinya di peron 5 Manggarai - Tanah Abang, gue baru bisa ‘nge-pepes’ di Commuter Line ke-3 :D Tapi kalo pulang,
gue lebih prefer Transjakarta
walaupun lebih lama dan gue selalu nyampe rumah setelah Maghrib. Ga kuat booo
‘nge-pepes’ di jam-jam dekat buka puasa wkwk.
Gue juga sempat mengikuti
beberapa acara yang diselenggerakan Divisi gue maupun BI-nya langsung. Acara
pertama yang gue ikutin adalah perpisahan dua orang atasan di DPA yang dimutasi
ke Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta sekaligus silaturahim sebelum bulan
puasa. Di sini kita buat lingkaran gitu dan gabung sama orang-orang kantornya,
dengerin salam perpisahan, lalu kita pun dipersilahkan untuk makan hehe (H-2
Bulan Puasa NIH :D). Acara kedua itu jadi pembeli di acara Bazar bulanan BI
wkwk. Gausah disebutinlah yaa gue beli apa ajaaa (padahal ga beli apa-apa -__-).
Acara ketiga itu gue nonton Acara HUT BI yang rame abis dimana setiap pegawai
dari berbagai departemen pakai kaos polos dengan warna sesuai departemennya
masing-masing. Masing-masing departemen juga bikin yel-yel dan punya maskotnya
masing. Iniii seru asli... sayang gue ga ngambil gambar haha. Acara terakhir
yang gue ikutin adalah kunjungan ke Museum Bank Indonesia di Kawasan Kota Tua.
Kalo mau tau gimana keadaan museum ini, main-main sendiri lah yaa ke sana hehe.
Satu bulan, 4 minggu,
20 hari, 160 jam sudah berakhir dan it’s
time to say goodbye. Gue selesai tanggal 10 Juli 2015 dan jadi orang pertama
yang selesai di antara 13 orang teman gue lainnya haha. Kok bisa ??? Yaa karena
gue ga ngambil izin ataupun nge-bolos hehe.
Ini berkesan banget. Gue
dapet panggilan baru di sini, yaa yang tau cukup anak-anak DPA Batch 6 ajalah
yaa haha. Gue bisa banyak belajar mempelajari karakter orang. Gue jadi punya
tekad buat magang ke sana kemari buat nebelin dompet (baru niat doang sih
wkwk). Kesan yang paling berkesan sih dimana gue bisa ketemu teman-teman baru dari
berbagai universitas yang orangnya welcome
banget.
Thanks for the best chance. I wish I have another
best chance again next time.Aamiin!
Minggu, 28 Juni 2015
Masalah Hati
Hati??? Duh ga ada matinya deh kalo ngomongin hati mah...
Apalagi buat gue yang suka banget sama kutipan “Do All Things With Love”. Kutipan ini
pertama kali gue dengar dari artis Hollywood favorit gue dari jaman gue
es-em-pe, yaitu Miley Cyrus.
Melakukan semua hal dengan cinta. Segala hal yang kita
lakukan dengan cinta, akan terasa ringan dan kita akan selalu ikhlas
melakukannya. Selalu berusaha melakukan yang terbaik agar usaha kita
menyenangkan.
Kutipan itu ngaruh banget ke gue. Gue selalu ngelakuin
banyak hal, di waktu yang bersamaan, menjadi sibuk, hanya karna gue do all things with love. “Lo ga capek???”
& “Duh sibuk banget yaa,” Pertanyaan dan pernyataan ini udah sering banget mampir di
telinga gue. Capek? Gue langsung memeriksa kondisi tubuh gue, merasakan adanya
kemungkinan yang ga nyaman dalam diri gue. Tapi gue ga pernah bisa menemukan
kondisi capek akhir-akhir ini. Sibuk? Gue cuman mengisi waktu luang gue dengan
hal-hal yang bermanfaat. Iyah, jadi saking do
all things with love-nya gue, gue gabisa lagi ngerasain capek dan ga pernah merasa sibuk.
Tapi ada yang berubah, gue mulai merasa ga nyaman melakukan
suatu hal yang hampir 2 tahun gue jalanin. Gue mencoba menemukan dimana do all things with love gue dalam
melakukan tugas-tugas ini. Karena akhir-akhir ini gue selalu melakukan tugas-tugas ini dengan amat
sangat berat hati, dongkol, tertekan, masa bodo belakangan ini. Kenapa???
Kenyamanan. Cinta ada karena kita merasa nyaman. Entah
nyaman dengan lingkungan kerjanya ataupun rekan-rekan kerja kita. Rekan-rekan
kerja gue adalah orang-orang yang menyenangkan yang pastinya bisa bikin nyaman.
Tapi lingkungan kerja gue justru bikin gue merasa sebaliknya.
Kenyamanan dan cinta adalah masalah hati. Dan baru gue
sadari kalau hati gue udah ga di sana lagi. Karna berapa kalipun gue tetap
mencoba amanah dengan mengerjakan tugas-tugas gue, gue selalu merasa keberatan.
Yang mengakibatkan hasil dari tugas-tugas gue gak pernah maksimal atau bahkan
ga selesai.
yes
friends, my heart isn’t there anymore... ):
Langganan:
Postingan (Atom)















