Sabtu, 23 Mei 2015

Belajar Komputer Administrasi


Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dengan Konsentrasi Pendidikan Administrasi Perkantoran, mempelajari mata kuliah Komputer Administrasi adalah wajib hukumnya. Mata kuliah ini saya ambil di semester 4 dengan 2 SKS.

Apa itu Komputer Administrasi???

Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti. Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan.

Jadi, Komputer Administrasi adalah serangkaian mesin elektronik yang membantu kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggeraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan.

Apa saja yang dipelajari di Komputer Administrasi???
  • Dasar-dasar Microsoft Office seperti Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point, Ms. Access, Ms. Publisher, dll.
  • Menggunakan internet
  • Membuat surat formal yang baik dan benar
  • Mengetik dengan cepat

Apa saja keunggulan mempelajari Komputer Administrasi???

  • Mempermudah pengambilan keputusan untuk membuat sebuah rencana dari administrasi sebelumnya untuk administrasi yang akan dirancang ke depannya
  • Mengelompokkan tugas-tugas secara tepat
  • Penguasaan dasar-dasar Microsoft Office
  • Waktu yang efektif

Apa kesan-kesan mempelajari Komputer Administrasi???

Selama satu semester saya mengambil mata kuliah Komputer Administrasi, saya merasa banyak manfaat yang bisa saya peroleh. Yang paling penting adalah dasar-dasar Microsoft Office tersebut. Dan yang paling berkesan adalah saat mempelajari Microsoft Power Point, dimana kami diberikan tugas membuat Power Point Promosi Diri serta mempresentasikannya di depan kelas secara individu dengan penampilan yang harus rapih.

Minggu, 17 Mei 2015

Untuk Kamu yang Telah Jauh


Hai Mr. X...

Pertama kali kita diberikan kesempatan untuk bertemu adalah saat kita duduk di bangku SMP kelas 3. Dengan cara pertemuan yang sedikit tidak menyenangkan. Dua orang perempuan yang merupakan teman-temanku sama-sama menyukaimu dan akhirnya mereka hanya berujung pada pertengkaran dan saling memendam benci. Aku bertindak sebagai mediator pada saat itu, tapi kau justru melihat dan tertarik padaku. Anehnya ketika mereka tahu tentang perasaanmu padaku, mereka mendukung kamu dan aku untuk bersatu.

Kamu adalah laki-laki pertama yang menyatakan cinta padaku secara langsung dan aku baru benar-benar merasa dicintai saat bersamamu. Kejujuran yang selalu kau tunjukkan padaku, mampu membuat aku tidak menoleh kemanapun. Kau memiliki kepercayaanku, pada saat itu. Menempuh pendidikan di SMA yang berbeda pun bukanlah sebuah masalah besar untuk kita. Kita mengatur waktu untuk bertemu dan terus menyempatkan diri untuk berkomunikasi.

Entah apa penyebabnya, kamu pernah dengan tiba-tiba memutuskan hubungan kita yang kuterima dengan penuh rasa ikhlas. Walaupun tak sampai sebulan, kau memintaku untuk kembali. Hubungan ini kita perbaiki bersama-sama. Tapi tak lama kemudian, kamu begitu lagi. Memutuskan hubungan kita secara sepihak. Dan lagi-lagi aku hanya bisa menerimanya dengan ikhlas.

Kekosongan. Aku merasa begitu kosong setelah itu. Sampai kamu menghubungiku lagi dan memintaku untuk bertemu. Memintaku untuk kembali padamu. Kamu pernah memutuskan hubungan ini dua kali tanpa alasan yang jelas dan tidak akan pernah ada yang ketiga kalinya. Aku menolak untuk kembali bersama bahkan aku tidak mempedulikan rengekanmu.

Sampai kutahu bahwa kamu menemukan penggantiku dan aku pun memutuskan untuk mencari penggantimu. Pikiranku sakit waktu itu, hingga aku memutuskan untuk menerima jalinan hubungan cinta yang ditawarkan oleh sahabatmu. Aku pikir dengan cara inilah, aku bisa melupakanmu. Tapi ternyata cara ini gagal.

Kamu kembali lagi padaku, entah untuk yang keberapa kalinya. Padahal kamu sadar betul kalau telah ada perempuan lain yang berjalan disisimu. Dengan kebodohan yang timbul akibat rasa rindu yang dalam, dengan tangan terbuka aku menerimamu. Hanya hubungan tanpa status, hubungan yang disembunyikan dari perempuanmu.

Kebahagianku adalah ketika kamu bilang kalau kamu dan dia telah putus. Tapi entah kenapa, aku masih merasa nyaman dengan hubungan kita yang tanpa status dan tidak merengek padamu untuk segera meresmikan hubungan kita. Aku takut dengan hubungan yang resmi dan adanya kemungkinan putus tersebut.

Ternyata kamu sakit dan memutuskan untuk kembali ke Bengkulu –kota asalmu- untuk berobat. Barulah setelah kamu kembali dari Bengkulu, kamu meresmikan hubungan kita.Tapi kamu belum sembuh benar dan aku selalu meluangkan waktu untuk membantumu dan merawatmu. Walaupun aku harus merelakan beberapa hal.

Aku begitu bahagia ketika kamu sembuh. Kamu bisa kembali bekerja. Kamu mengenalkan aku pada orangtua angkatmu dan orangtua kandungmu. Kamu mengabarkan padaku bahwa ibumu merestui kita. Dan kamu menjanjikan sebuah pernikahan padaku. Sampai aku benar-benar yakin bahwa kita hanya tinggal menunggu waktu saja untuk itu.

Bahkan, kenyataan aku menemukan sebuah puisi buatanmu tentang perempuan-perempuan yang pernah hadir di hidupmu dan dalam puisi itu aku tahu bahwa kau bertahan denganku bukan karena cinta tapi karena komitmen, aku tak mempermasalahkannya.

Tapi aku mulai merasa ada yang ganjal ketika hari dimana kamu tiba-tiba pergi ke Bengkulu. Kamu hanya bilang bahwa ada masalah di Bengkulu yang harus diselesaikan. Saat kamu kembali, aku perlu mendesakmu mati-matian agar menjelaskan tentang masalah apa yang ada di Bengkulu.

Sebuah perjodohan. Kamu mendapatkan sebuah perjodohan dari Mbah-mu! Apa-apaan! Dimana dia saat kamu sedang dalam masa sulit di sini? Dimana dia saat kamu sedang sakit? Dimana restu ibumu padaku yang hilang karna rasa takut pada Mbahmu? Dimana janji sebuah pernikahan yang kau berikan padaku? Dimana kamu yang keras kepala dan pantang menyerah? Dan yang paling penting, dimana hatimu berada? Kenapa kau tak mampu menolak perjodohan itu?

Apakah aku bisa memanggilmu Pemberi Harapan Palsu?

Tapi ketahuilah kamu si Pemberi Harapan Palsu, siapa laki-laki yang ada di sisiku sekarang. Dia tak pernah sedikitpun membiarkan aku merasa sedih yang berlarut-larut. Dia tak pernah lelah membimbingku menjadi dewasa. Dia begitu sabar menghadapiku.

Aku masih punya banyak tahun ke depan yang bahagia bersama dia. Empat tahun bersamamu kemarin itu akan jadi tidak ada apa-apanya ketika aku dan dia terus melangkah ke depan untuk saling membahagiakan. Saling membahagiakan tanpa batas waktu dan ruang.
Cerpen ini ditulis untuk mengikuti kompetisi #NulisFiksiPHP dari @iindrapurwana, berhadiah 3 e-book “Rahasia Menulis Kreatif” karya Raditya Dika.

Sabtu, 25 April 2015

Masih Ingatkah Kamu Jalan Pulang???



Tiga buah tanda tanya di setiap pertanyaan yang kamu ajukan padaku, itu cirimu. Sekarang aku pun mulai menggunakan tiga buah tanda tanya itu. Tak percaya??? Lihat saja judulnya...

“Masih Ingatkah Kamu Jalan Pulang???”

Kata orang, kekasih sejati tidak akan pernah meninggalkan.

Kata orang (lagi), cinta bisa datang dan pergi. Tapi hanya cinta sejati yang tau jalan untuk kembali.

Lagi-lagi aku mendengarkan kata orang yang bilang bahwa, orang yang pernah pergi, tidak akan pernah sama lagi saat kembali.


Kata-kata itu mungkin bisa mempengaruhiku. Tapi aku telah menolak untuk dipengaruhi. Karena jika aku terpengaruh, akibatnya hanya perasaan berburuk sangka kepadamu yang muncul dan mendominasi.

Kamu telah datang dengan cara yang benar-benar berani. Yang mungkin kebanyakan orang akan memilih untuk mundur jika menghadapi hal seperti itu.

Kau tahu betul cara memperlakukan wanita dengan baik. Kebahagiaan-kebahagiaan yang kau berikan begitu banyak. Hingga saat kau melakukan sesuatu yang membuatku jengkel, kau mampu meredamnya lewat kebahagiaan sederhana yang pernah kau berikan. “Dia sudah begitu baik dan membuatku bahagia. Satu kesalahannya ini, tak akan mengubah perasaanku terhadapanya.”

Tapi...


Yang ini berbeda. Aku merasa kau benar-benar jauh. Yaa, benar-benar begitu berani membuatku merasa sejauh ini darimu. Hingga aku khawatir... sebenarnya ingatkah kau jalan pulang, My Ant???



Selasa, 03 Maret 2015

Teruntuk Ayah di Surga



Ayah aku merindukanmu...

Saat-saat belajar bersama Ayah. Tidak dengan kelembutan seperti Ibu tapi Ayah tetap sabar mengajariku banyak hal. Bersepeda, mengendarai motor, memasang lampu, pelajaran-pelajaran di sekolah. Ayah guru terbaik yang pernah aku miliki.

Aku pikir aku lebih dekat pada Ibu. Tapi setelah mendengar cerita Ayah tentang masa kecilku yang selalu tidur di atas dada Ayah dan menangis saat dipindahkan, setelah menyadari betapa miripnya watak Ayah dengan watakku,dan setelah menyadari bahwa Ayah adalah satu-satunya orang yang aku dengarkan, aku tahu bahwa ikatan yang Ayah dan aku miliki begitu kuat terjalin tanpa sadar.

Tahukah Ayah apa yang paling menyakitiku setelah Ayah pergi?

Sampai usiaku menginjak 18 tahun, Ayah sudah mendidikku untuk tidak merayakan ulang tahun dengan kue seperti anak kebanyakan. Itu bukan masalah bagiku, Ayah. Sama sekali bukan masalah. Ayah dan Ibu sudah memberikan sesuatu yang lebih manis dari kue ulang tahun, sesuatu yang lebih menarik dari kado ulang tahun, sesuatu yang lebih indah dari apapun yang ada di dunia ini yaitu kalian mengucapkan selamat ulang tahun padaku lalu mencium pipiku dan mendoakkan doa-doa yang baik padaku.

Tapi kenapa hanya 18 tahun, Ayah? Bahkan sampai detik ini, aku masih menunggu ucapan ulang tahun dari Ayah. Tak apa jika hanya lewat mimpi, Ayah. Aku hanya tidak ingin berhenti mendengar ucapan ulang tahun dari Ayah. Tak apa jika Ayah telat 5 bulan mengucapkannya. Itu akan tetap jadi hadiah terindahku.

Ayah... Maaf...

Aku tidak bisa membahagiakanmu bahkan sampai nafas terakhirmu. Aku tidak bisa memberikan kesan yang baik bahkan sampai nafas terakhirmu. Aku membangkangmu, aku menyakiti perasaanmu, aku membentakmu, aku bahkan menolak menemanimu ke Rumah Sakit untuk check up hanya karena tugas kuliah. Jika aku tahu kalau itu adalah permintaan terakhirmu, Ayah... Ayah, maafkan aku.

Ayah terimakasih...

Untuk waktumu di dunia ini, Ayah. Menafkahi kami, membimbing kami, begitu mencintai kami dengan caramu. Aku belajar banyak untuk tidak mengeluh dari Ayah. Seberat apapun hidup Ayah, betapa berlikunya perjalanan yang Ayah lalui, apapun cobaan yang Ayah hadapi, aku tak pernah mendengar Ayah mengeluh. Ayah selalu siap jika aku membutuhkan bantuan. Aku sayang Ayah J


Ayah... Bacalah...

Rabu, 28 Januari 2015

Bina Manggala Wira Chandra XXV KSPA UNJ

GBT selesai dengan menghasilkan 69 anggota baru di KSPA UNJ. Alhamdulillah hehe semoga semuanya bisa bertahan. Aamiin!!

Saatnya mencari bibit-bibit pengurus baru di KSPA UNJ. Bagaimana caranya? Yaa....dengan mengadakan BMWC ini. Jika GBT adalah pintu gerbang untuk menjadi anggota KSPA UNJ, maka BMWC merupakan tiket kesempatan menjadi pengurus KSPA UNJ.

Masih setia menjadi seksi HPD, saya dan teman-teman mencoba mengajak anggota baru KSPA UNJ untuk ikut BMWC. Kesempatan yang saya punya hanya 2 minggu dan sampai hari terakhir pendaftaran, kami hanya mampu membuat sekitar 20an anggota untuk mendaftar. Banyak pula yang meng-cancel ikut sampai pada hari-H BMWC yaitu Sabtu & Minggu,13-14 Desember 2014 hanya tersisa 17 orang saja.

Lain dengan GBT, BMWC mengharuskan peserta berangkat per kelompok dengan fasilnya. Bekal mereka untuk sampai tempat tujuan adalah rute angkutan umum dan uang saku hasil mereka berjualan sebelum BMWC dimulai. Peserta dikumpulkan di Terbuk UNJ pada pukul 8 pagi dan sebagai panitia, kami harus kumpul sebelum jam 6 pagi. Saya pun memutuskan untuk menginap di salah satu kos-an seorang teman.

Rute peserta dengan rute panitia pun dibedakan, guna menghindari bertemunya panitia dengan peserta. Sebagai sie HPD yang bertugas memegang kamera, saya ikut dengan kelompok PSDM (nama kelompok mengikuti bidang kepengurusan yang ada di KSPA UNJ). Kenapa saya memilih kelompok PSDM? Pertama, fasil kelompok PSDM adalah fasil saya saat saya menjadi peserta GBT & BMWC di tahun sebelumnya. Kedua, umm alasan pribadi yang berkaitan dengan salah seorang di kelompok itu sih ehehe.
                                                             *kelompok PSDM*

Sampai di tempat tujuan yaitu rumah Ka Ismi salah satu pengurus KSPA UNJ periode 2014-2015 di Bekasi, peserta dibiarkan beristirahat. Barulah beberapa menit kemudian peserta dikumpulkann untuk mengikuti briefing dan pembacaan tata tertib kegiatan.

                                                                     *Briefing Peserta*

Di BMWC ini penuh dengan pengisian materi, tidak seperti GBT. Yaa karena memang tujuan BMWC ini kan menyiapkan pengurus KSPA UNJ. Jadi peserta harus tahu betul sebenarnya apa itu KSPA, sifat kepemimpinan, sidang, dll.

                                                       *Peserta mendengarkan materi*

                                                *Ka Beni memberi materi Kepemimpinan*

~ Entah kenapa hal-hal yang saya ingat saat BMWC justru aksi saling curi pandang saya dengan salah satu peserta berinisial DS hahaha. Saya takut justru posting-an yang berjudul BMWC ini justru belok jadi menceritakan si DS ini :D ~ Paragraf ini hanya selingan,abaikan saja hahaha.

Untuk membentuk mental pengurus, saat akhir acara peserta diminta untuk mengambil sebuah gulungan kertas. Gulungan kertas tersebut merupakan penentuan “masuk kepanitiaan dimanakah kamu?” Kepanitiaan disini adalah latihan untuk para peserta agar terbiasa dengan sistem kerja di KSPA UNJ, mengerti jobdesc, mengerti garis komando, dsb. Saya pun diminta untuk menjadi pendamping di seksi HPD.

*Penyerahan misi*

                                                     *Pembagian Kepanitiaan*

                                                        *Kumpul calon pengurus 2014*

Sempat bingung bagaimana mendampingi mereka, peserta yang masuk kepanitiaan HPD. Saya diminta oleh panitia untuk tidak terlalu ‘menyuapi’ mereka, saya harus membuat mereka kritis dan mau bertanya jika kebingungan. Pada awalnya mereka bertanya dan saya mencoba menjawab sejelas mungkin. Mereka bilang mereka mengerti tapi mereka tidak melakukan apa yang sudah saya jelaskan. Karena menyerah, saya jadi sering meninggalkan mereka untuk dokumentasi bahkan saya sempat ‘kabur’ jajan di sebuah warung hahaha :D Maafkan akuuu :’D

                                                    *HPD sedang menginfokan nih*

Pulangnya, kami naik bis UNJ. Kami menyewa 2 bis UNJ,1 untuk panitia dan 1 lagi untuk peserta. SESUNGGUHNYA saya sangat ingin naik bis UNJ untuk peserta dikarenakan si DS sudah pasti berada di bis tersebut. Tapi tidak ada salah seorang panitia pun yang naik bis peserta. Saya pun naik di bis panitia. Sampai salah seorang teman saya yaitu Yudi, masuk bis panitia dan bilang kalau ga ada panitia di bis peserta, saya pun menawarkan diri untuk naik bis peserta wkwk. Yaa dan singkatnya sih saya duduk di sebelah DS ehehehehehehe.

Sepertinya posting-an ini memang harus disudahi. Karena sangat tidak mengandung BMWC dan ada selingan tentang si DS ini. Hihi maaf yaa saya gagal fokus :D


Nah ini beberapa dokumentasi lainnya. Saya jarang muncul yaa di dokumentasi BMWC ini :'(







Wassalam~~

Sabtu, 03 Januari 2015

Gema Bhakti Taruna XXV KSPA UNJ

Gema Bhakti Taruna alias GBT merupakan pintu gerbang untuk masuk menjadi anggota KSPA UNJ. Tahun 2014 ini merupakan tahun dimana saya menjadi panitia GBT XXV yang diselenggerakan pada tanggal 14-16 November di Villa Maria Sonak, Cisarua, Bogor.

Hari pertama, Jum’at, 14 November 2014 kami dijadwalkan berangkat pada Jum’at sore. Saya harus mengikuti kuliah terlebih dahulu pada pagi harinya. Kami semua berkumpu di Teater Terbuka Kampus A UNJ mengumpulkan caba (calon anggota baru) KSPA, menunggu semuanya lengkap. Sore itu, kami harus berbagi tempat dengan acara PKMJ Teknik. Jadi suasana agak riuh. Tapi kami jadi bersemangat karena  Bapak Pembantu Rektor III datang untuk membuka acara kami hehe :D
Kami berangkat ke Villa Maria Sonak di Cisarua, Bogor, setelah solat Isya menggunakan tronton. 

Dengan jumlah peserta GBT 69 orang, <20 panitia, tamu undangan, dan pengurus.  Saya naik di tronton 3 yaitu tronton yang khusus untuk panitia. Kami sampai di villa menjelang tengah malam dan para peserta langsung dipersilahkan untuk tidur. Sementara saya sebagai panitia... harus mengikuti evaluasi acara pada hari itu dan baru dipersilahkan tidur pada pukul 2 dini hari.

Hari kedua, Sabtu 15 November 2014, kami memulai kegiatan saat jam menunjukkan pukul 4 pagi. Yaa saya tidur hanya 2 jam dan dari hasil evaluasi tersebut panitia tidak boleh keliatan capek di depan caba. Baiklah :p Agenda setelah solat berjemaah adalah senam pagi. Saya tidak ikut senam pagi karena harus menghadiri briefing penjaga post hehe. Saya satu-satunya penjaga post dari angkatan 2013 lhooo.


Suasana siang itu ternyata cukup terik apalagi post yang harus saya jaga tepat berada di bawah terik matahari L Post yang saya jaga ternyata cukup membuat semua kelompok kewalahan. Karena dari 8 kelompok yang ada, hanya ada 1 kelompok yang dinyatakan berhasil di post saya. Sebenarnya menurut saya game di post saya cukup mudah asal dilakukan dengan kesabaran dan tidak tergesa-gesa.  Peserta hanya diminta untuk memindahkan bola melalui pipa di mulut secara estafet.


Setelah main game post to post tersebut, ada game kompetisi memindahkan air dari kolam renang buatan ke botol yang dipegang oleh fasil menggunakan piring secara estafet. Di game ini semua kelompok diadu. Siapa yang paling cepat, maka kelompok tersebut akan mendapatkan reward. Pada agenda ini, Ka Bintang –fasil dari salah satu kelompok- meminta saya menggantikan tugasnya sebagai fasil karena dia perlu ke kamar mandi. Jadilah saya menggantikan tugasnya memegengi botol haha. Sayangnya kelompok yang saya pegang tersebut kalah cepat beberapa detik dengan kelompok yang menang... huhuhu


Malam hari datang berarti tiba saatnya PANITIA EVALUASI! Malam kedua ini, para alumni KSPA UNJ sudah mulai berdatangan. Jadi rapat evaluasi pun tak mengenal waktu. Sepanjang malam itu kami digempur untuk evaluasi. Untungnya Yoga, teman saya, bersedia memijit punggung saya tanpa diminta untuk mengurangi pegal-pegal. Makasih Yoga hehe.

Hari ketiga,Minggu,16 November 2014,waktunya final projeeeeeeeccctt \\d// Jika 2 hari sebelumnya caba KSPA UNJ dipisahkan ke dalam kelompok, maka untuk final project ini mereka semua diminta bekerja sama untuk menjaga lilin agar tetap nyala dari garis start lapangan ke garis finish dengan bom-bom air yg siap dilemparkan oleh para devil KSPA haha. Pada agenda ini, saya menjadi salah satu devil-nya. Devil gagal! :D Karena saya tidak pernah berhasil melemparkan bom air ke arah sasaran. Beberapa kali gagal, akhirnya mereka pun berhasil loh... Dan itu menandakan bahwa mereka resmi menjadi anggota baru KSPA UNJ tahun 2014.





Welcome New friends ;)





Selasa, 28 Oktober 2014

My 19th

Jum’at, 10 Oktober 2014 saya genap berusia 19 tahun. Yeaaaayyy :D Tahun ini spesial banget karena yang ngasih kue lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. Karena banyak teman, sahabat, dan keluarga baru juga.Walaupun tahun ini juga adalah ulang tahun pertama tanpa Ayah, ga ada ucapan dan doa dari Ayah tapi ini bukan fokus post-an kali ini :’) Untuk kali ini saya mau cerita all about my bday gitu looohhh hehe. Dari A sampai Z, Insya Allah kalau belum lupa. Maklum faktor umur :p

Kejadian koplak sebelum tanggal 10 adalah saya tiba-tiba dapet BBM dari Bang Andre –salah satu teman saya- dan isinya adalah “ciyee yang lagi ulang tahun” :D Duh terlalu cepet Bang –“ Saya klarifikasilah kalau pada hari itu saya belum ulang tahun. Saya sendiri pun tidak terlalu excited dengan hari ulang tahun saya, entah kenapa. Mungkin karena sudah terlalu sering ulang tahun kali ya hehe.

Dan pada tanggal itu, pukul 12 malam lewat itu saya dapat BBM lagi dari Bang Andre yaitu ucapan selamat ulang tahun. Yeap, dia jadi orang pertama yang ngucapin ulang tahun ke-19 ini. Sebenernya siapa sih Bang Andre itu? Bang Andre itu teman kenalan dari grup Smilers (sebutan untuk fans Miley Cyrus) di facebook dan waktu pertama kali saya ajak ngobrol, dia tuh cuek banget. Jauh dari kata ramah haha. Sampai karena ada suatu kejadian yang tidak bisa dipublikasikan dan kita jadi dekat tapi setahun belakangan ini kita ngobrol kalau benar-benar perlu aja. Tapi Bang Andre ini ga pernah absen ngucapin selamat atau semangat di hari-hari besar saya.

Selain itu saya juga mendapat ucapan dari Ibu dan adik perempuan saya. Adik laki-laki saya sampai detik saat saya mengetik ini pun dia masih diam membisu tak mengucapkan selamat huhu :’( Dari beberapa kerabat, well teman-teman saya pada tahun ini juga sepertinya terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga tidak sempat meluangkan waktu 5 menit-nya untuk saya :’( Bahkan teman saya dari SMP yang sedang berkuliah di Serang. Tapi baiklah itu semua bukan masalah besar untuk saya.

Yaaa jadi di hari pertama itu memang belum ada seorang pun yang memberikan saya kue ulang tahun...

Kue pertama hadir di H+3 dari beberapa teman dekat saya di semester 1 yaitu Teni dan Wulan, juga tambahan seorang teman yaitu Fatiyah ({}). Ceritanya adalah si Wulan ini tiba-tiba sms saya minta waktu ketemu dan jadilah saat itu saya janjian sama Wulan. Saya meminta Wulan untuk menemui saya di tempat saya biasa ‘nongkrong’ yaitu Sekretariat KSPA (Kelompok Sosial Pencinta Anak) dan tanpa menunggu balasan Wulan saya langsung men-charge handphone dalam keadaan mati. Setengah jam kemudian,  muncullah sosok Wulan meminta saya keluar dari sekretariat. Dan pada saat saya keluar ternyata ada Teni dan Fatiyah juga. Wulan meminta saya untuk memegang sebuah kotakyang setelah dibuka barulah saya tahu bahwa itu adalah kue ulang tahun untuk saya haha. Lalu sambil ngedumel karena saya tidak membalas smsnya, Wulan pun menyiapkan lilin untuk saya tiup. Iya ini adalah salah satu cara pemberian kue ulang tahun terunik yang pernah saya dapatkan dimana yang ulang tahun disuruh megangin kue dan nunggu lilinnya nyala. Ini berkesan banget. Makasih Wulan, Teni, dan Fatiya ({})


Keesokan harinya, saya janjian bertemu dengan seseorang tepat saat saya selesai kuliah. Maka dari itu saat mata kuliah sudah selesai dan teman saya sudah siap di luar kampus,saya pun langsung buru-buru keluar kelas untuk menemuinya. Karena apa? Karena saya tahu kalau teman saya ini bukanlah tipe orang yang senang menunggu. Saat keluar gedung saya bertemu dengan seorang teman saya yang berasal dari SMA yang sama dan berbincang sebentar. Lalu saya mendengar ada yang memanggil saya tepat di belakang saya dan ternyata itu adalah Hendra, teman sekelas saya. Dia meminta saya itu menunggunya karena kebetulan jalan yang akan kami lewati adalah jalan yang sama. Saya pun menurutinya dan saya juga tidak segan untuk bilang saya buru-buru karena kami cukup dekat. Tapi Hendra malah menghambat saya dengan meminta saya menunggunya mengangkat telpon sambil berhenti di belakang sebuah mobil yang sedang berhenti. Saat selesai, saya langsung mengajak Hendra jalan lebih cepat. Namun tepat pada saat saya akan melangkah, saya justru melihat teman saya yaitu Diani muncul sambil membawa kue ulang tahun. Saya pun ternganga karena saya ga melihat Diani jalan melewati saya dan ya ampun dia menyiapkan kue itu sendrian. Iya! Sendirian! Tapi ya gitu... Bukan Fay namanya kalau ga kena dumel. Diani ngedumel kalau dia udah bawa kue itu tepat di hari ulang tahun gue, tapi kita malah ga ketemu. Makasih ya Diani ({})


Hari demi hari berlalu. Kebetulan saya mengikuti sebuah organisasi di kampus yaitu KSPA (Kelompok Sosial Pencinta Anak) dan pada saat itu saya sedang asyik belajar merajut dengan Ulfa –teman dekat saya-, anak jurusan Tata Busana. Sampai saat Kak Nia memanggil saya dan bilang kalau saya dapat telefon dari Kak Sam. Kak Sam adalah Ketua KSPA tahun ini. Saat saya mengangkat telefon dari Kak Sam, ternyata Kak Sam meminta saya untuk hadir di Rapat BPH (Badan Pengawas Harian) sebagai Staff Humas yang memang rutin dilakukan untuk memantau program kerja tiap-tiap bidang. For info yaa Rapat BPH itu paling yang hadir Cuma Ketua, Sekretaris, Bendahara, sama 5 Kepala Bidang, ga pernah ada tuh sejarahnya staff dipanggil buat ikut Rapat BPH. Maka dari itu, saya pun berpikiran kalau ada yang salah dengan kerja saya di Humas ini karena Kak Sam memanggil saya. Saya pun mengajak Kak Nia yang kebetulan juga merupakan Staff Humas untuk menemani saya menghadiri Rapat BPH.

Sesampainya di TKP, saya duduk di antara Kak Dessy –Kepala Bidang Humas- dan juga Kak Ali –Sekretaris-. Dan benar saja ternyata mereka menanyakan kinerja saya di Humas dan tanggung jawab saya untuk menjarkom. Mereka mengungkit tentang masalah data yang sempat hilang karena flashdisk saya masuk mesin cuci L Di situ saya berpikir, sebegitu fatalnya salah saya kah hingga saya disidang seperti ini? Karena sepengetahuan saya jika memang ada staff yang berbuat salah biasanya yang menegur hanya Kepala Bidangnya saja. Dan juga masalah tersebut sudah pernah dibahas sebelumnya. Saya pun semakin tidak enak terutama pada Kak Dessy karena jika ada staff yang salah atau program kerja yang salah, alumni hanya bisa menyerang Kepala Bidang. Yang berarti kalau saya salah, alumni tidak bisa langsung ‘menyerang’ saya.

Tiba-tiba saya mendengar ada yang menyanyikan lagu Happy Birthday dan ternyata yeap! JEBAKAN BATMAAAANNN! :D Duh langsung deh air mata tuh tumpah karena saya merasa bodoh ga menyadari kalau saya Cuma dikerjain. Masalahnya adalah orang-orang yang bawa kue itu adalah setau saya sedang tidak ada di kampus. Seperti Kak Sabila, setau saya dia sudah pulang dari sore hari juga Fitra yang tumben banget sebenernya pulang ga pamit tau-tau udah ga ada di sekret. Terus Kak Ega sama Kak Ibel yang setau saya tadi mereka izin keuar mau cari makanan dan memang sempat mengajak beberapa orang di sekret. Juga teman-teman yang lainnya huhu sebeeeeel kenapa aku ga curiga yaa (efek terlalu serius belajar merajut sama Ulfa).

Belum selesai disitu mereka semua mengerjai saya, saya disuruh mengambil kue saya yang sudah ditaruh di atas tanah beberapa langkah jauhnya dari tempat kami berkumpul sekaligus menyalakan lilinnya TAPIIIIIII saya harus jalan jongkok! Sesampainya di depan kue saya tersebut pun saya dibuat bingung lagi karena saya tidak bisa menyalakan korek api. Karena teralu lama, saya pun dibantu oleh yang lainnya untuk menyalakan lilin. Lilin selesai saya tiup pun bukan berarti mereka selesai membully saya huhuhu :’( Kak Ajeng menyuruh saya mengambil kado saya dari Kak Dessy yang sudah ditaruh di segerombolan senior cowok yang lagi nongkrong. Untungnya saya bukan tipe cewe yang nye-nye jadi itu ga masalah haha. Abis itu kita foto-foto dan yang terakhir menerbangkan lampion.

Saat menerbangkan lampion itu kami semua jadi pusat perhatian beberapa mahasiswa yang masih nongkrong. Aaaa aku bahagia syeeekalii ({}) Makasih ya buat semuaaanyaaa keluarga kecil KSPA-kuuuu :*


Makasih buat semuanya karena kalian My 19th jadi berkesan banget. Never forget dehhh ({})