Rabu, 22 Juli 2015

Puasa di Bank Indonesia




Puasa tahun ini, benar-benar  beda. Ini puasa pertama tanpa Ayah dan puasa pertama yang menurut gue ga begitu terasa lama. Tau-tau lebaran udah berlalu. Kenapa ga berasa??? Yaa karena gue lagi kurang kerjaan aja tiap hari ke BI cuma buat molor atau numpang nonton One Piece wkwk. Canda :D
Semua ini berawal dari terhasutnya gue oleh seorang teman yang mau Praktek Kerja Lapangan (PKL) di liburan semester ini. Padahal jadwal pengambilan PKL untuk Konsentrasi gue itu tahun depan pas gue semester 6. Mulailah gue sama temen gue, Mirsya –korban hasutan juga wkwk-, mencari tempat PKL.

Dapet rekomendasi di banyak tempat. Tapi pilihan jatuh pada Bank Indonesia yang letaknya di Jl. Thamrin. Mulailah kami PKL di BI pada tanggal 15 Juni 2015. Kami ditempatkan di divisi yang berbeda (atas request gue karena gaboleh 1 divisi sama Ketua Konsentrasi gue). Gue di tempatin di Departemen Pengelolaan Aset (DPA), Divisi Pengelolaan Koleksi Museum, gedung C dengan 20 hari kerja.

Untuk hari pertama PKL, gue diminta untuk datang ke Gdg. Tipikal terlebih dahulu unuk bertemu dengan Ibu Tita –yang ngurusin anak PKL-. Jam 7 pagi gue udah stay di sana tapi kita baru diarahin ke gedung masing-masing sekitar jam 9. Selama 2 jam itu, kenalanlah gue sama beberapa teman yang kebetulan 1 divisi. Ada Ninda (FH UI 2012), Nadya & Hilda (FE UI 2013), Nelly & Angel (Akuntansi UPI YAI 2011).
Setelah ada di DPA, kami berkenalan dengan mentor kami yang super duper baik hati, like an angel kalo kata Ninda haha, yaitu Pak Depi. Kami ditempatkan di sebuah ruangan yang memang khusus untuk anak PKL. Kami juga diperkenalkan dengan tugas kami dari A sampai Z. Siang harinya, kami mendapat teman baru lagi yaitu Lia & Ipeh (Sastra Jepang UNPAD 2012). Dua hari kemudian,kami mendapat teman-teman baru lagi yaitu Fanco, Firda, Cynthia (FH UI 2012), Sara (Perbanas 2012), dan Dewi & Riena (Sosiologi UI 2012). Jadi, total kami ada 14 orang hehe.

Selama PKL di BI, jadwal bangun gue adalah jam sahur sekitar jam 3-4 pagi dan setelah itu gue ga boleh tidur lagi. Karena gue bakal kesiangan kalo tidur lagi. Kendaraan gue pun ganti-ganti. Kadang Transjakarta, kadang Commuter Line + ojek / kopaja. Lama berdiri di Transjakarta atau ‘jadi pepes’ di dalam Commuter Line bukan masalah besar lagi buat gue. Bahkan gue pernah sebegitu ngantrinya di peron 5 Manggarai - Tanah Abang, gue baru bisa ‘nge-pepes’ di Commuter Line ke-3 :D Tapi kalo pulang, gue lebih prefer Transjakarta walaupun lebih lama dan gue selalu nyampe rumah setelah Maghrib. Ga kuat booo ‘nge-pepes’ di jam-jam dekat buka puasa wkwk.
Gue juga sempat mengikuti beberapa acara yang diselenggerakan Divisi gue maupun BI-nya langsung. Acara pertama yang gue ikutin adalah perpisahan dua orang atasan di DPA yang dimutasi ke Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta sekaligus silaturahim sebelum bulan puasa. Di sini kita buat lingkaran gitu dan gabung sama orang-orang kantornya, dengerin salam perpisahan, lalu kita pun dipersilahkan untuk makan hehe (H-2 Bulan Puasa NIH :D). Acara kedua itu jadi pembeli di acara Bazar bulanan BI wkwk. Gausah disebutinlah yaa gue beli apa ajaaa (padahal ga beli apa-apa -__-). Acara ketiga itu gue nonton Acara HUT BI yang rame abis dimana setiap pegawai dari berbagai departemen pakai kaos polos dengan warna sesuai departemennya masing-masing. Masing-masing departemen juga bikin yel-yel dan punya maskotnya masing. Iniii seru asli... sayang gue ga ngambil gambar haha. Acara terakhir yang gue ikutin adalah kunjungan ke Museum Bank Indonesia di Kawasan Kota Tua. Kalo mau tau gimana keadaan museum ini, main-main sendiri lah yaa ke sana hehe.

Satu bulan, 4 minggu, 20 hari, 160 jam sudah berakhir dan it’s time to say goodbye. Gue selesai tanggal 10 Juli 2015 dan jadi orang pertama yang selesai di antara 13 orang teman gue lainnya haha. Kok bisa ??? Yaa karena gue ga ngambil izin ataupun nge-bolos hehe.
Ini berkesan banget. Gue dapet panggilan baru di sini, yaa yang tau cukup anak-anak DPA Batch 6 ajalah yaa haha. Gue bisa banyak belajar mempelajari karakter orang. Gue jadi punya tekad buat magang ke sana kemari buat nebelin dompet (baru niat doang sih wkwk). Kesan yang paling berkesan sih dimana gue bisa ketemu teman-teman baru dari berbagai universitas yang orangnya welcome banget.

Thanks for the best chance. I wish I have another best chance again next time.Aamiin!





Minggu, 28 Juni 2015

Masalah Hati


Hati??? Duh ga ada matinya deh kalo ngomongin hati mah...

Apalagi buat gue yang suka banget sama kutipan “Do All Things With Love”. Kutipan ini pertama kali gue dengar dari artis Hollywood favorit gue dari jaman gue es-em-pe, yaitu Miley Cyrus.

Melakukan semua hal dengan cinta. Segala hal yang kita lakukan dengan cinta, akan terasa ringan dan kita akan selalu ikhlas melakukannya. Selalu berusaha melakukan yang terbaik agar usaha kita menyenangkan.

Kutipan itu ngaruh banget ke gue. Gue selalu ngelakuin banyak hal, di waktu yang bersamaan, menjadi sibuk, hanya karna gue do all things with love. “Lo ga capek???” & “Duh sibuk banget yaa,” Pertanyaan dan pernyataan ini udah sering banget mampir di telinga gue. Capek? Gue langsung memeriksa kondisi tubuh gue, merasakan adanya kemungkinan yang ga nyaman dalam diri gue. Tapi gue ga pernah bisa menemukan kondisi capek akhir-akhir ini. Sibuk? Gue cuman mengisi waktu luang gue dengan hal-hal yang bermanfaat. Iyah, jadi saking do all things with love-nya gue, gue gabisa lagi ngerasain capek dan ga pernah merasa sibuk.

Tapi ada yang berubah, gue mulai merasa ga nyaman melakukan suatu hal yang hampir 2 tahun gue jalanin. Gue mencoba menemukan dimana do all things with love gue dalam melakukan tugas-tugas ini. Karena akhir-akhir ini gue selalu melakukan tugas-tugas ini dengan amat sangat berat hati, dongkol, tertekan, masa bodo belakangan ini. Kenapa???

Kenyamanan. Cinta ada karena kita merasa nyaman. Entah nyaman dengan lingkungan kerjanya ataupun rekan-rekan kerja kita. Rekan-rekan kerja gue adalah orang-orang yang menyenangkan yang pastinya bisa bikin nyaman. Tapi lingkungan kerja gue justru bikin gue merasa sebaliknya.

Kenyamanan dan cinta adalah masalah hati. Dan baru gue sadari kalau hati gue udah ga di sana lagi. Karna berapa kalipun gue tetap mencoba amanah dengan mengerjakan tugas-tugas gue, gue selalu merasa keberatan. Yang mengakibatkan hasil dari tugas-tugas gue gak pernah maksimal atau bahkan ga selesai.
yes friends, my heart isn’t there anymore... ):

Senin, 01 Juni 2015

Manisnya Puding Cokelatku


Beberapa minggu terakhir ini cuaca di Jakarta lagi caper banget. Teriknya matahari lagi semangat banget buat ngebantu ngeringin jemuran ibu-ibu, jemuran anak-anak kos, jemuran anak-anak sebatang kara yang lagi ditinggal pulang kampung, jem—OKE STOP! :D

Cuaca yang kayak gini nih, menggoda banget buat memasukkan sesuatu yang dingin atau segar ke tubuh kita. Beberapa orang menjatuhkan pilihannya pada es seribuan, yang gengsi beli es seribuan memilih untuk beli es yang isinya ga cuma air doang (es kelapa, es kopyor, es yang isinya ga cuma air doanglahpokokeee).

Adakah yang menjatuhkannya pada puding cokelat???

Kalau dibandingin sama es seribuan atau es yang isinya ga cuma air doang, puding cokelat lebih segar, lebih dingin, untung-untung bisa bikin kenyang-walaupun kenyang instan alias ga bertahan lama. Karena proses mendapatkan puding cokelat ini juga ga semudah ngedapetin es seribuan atau es yang isinya ga cuma air doang.

Untuk kebanyakan orang, bentuk puding cokelat itu biasanya bentuknya lingkaran dengan lubang di tengahnya (bukan donat yee). Rasanya cokelat manis, sesuai namanya. Bisa bikin sendiri di rumah atau membeli. Kebayang dong kalo siang bolong terus ketemu puding cokelat? Duh... dingin, segar, ngisi perut juga. Lengkap :D

Puding cokelatku... beda. Puding cokelatku, ga berteman baik sama yang namanya dingin. Puding cokelatku, jauh lebih segar dari puding cokelat lainnya. Puding cokelatku, ‘mengenyangkan’ hatiku dengan kebahagiaan-kebahagiaan. Puding cokelatku...istimewa.

Puding cokelatku, ga berteman baik sama yang namanya dingin. “Gak pake es batu ya,” atau “Es batunya dikit aja ya,” atau “Aku minumnya teh anget aja,” adalah kalimat-kalimat yang paling sering aku denger kalo kita mau beli minuman. Kadang ada kesenangan sendiri untuk menggodamu dengan memperdengarkanmu suara es batu yang sedang aku gigit hehe.

Puding cokelatku, jauh lebih segar dari puding cokelat lainnya. Dia muncul di tengah teriknya matahari, kesegarannya melebihi apapun yang segar-segar yang ada di dunia ini ehehe *lebaymodeon*. Kadang muncul juga di bawah terangnya bulan, tapi tak membuatku kedinginan. Justru memberiku kehangatan.

Puding cokelatku, ‘mengenyangkan’ hatiku dengan kebahagiaan-kebahagiaan. Ini yang selalu membuatku bersyukur memilikinya. Tanpa diminta, dia memberikanku kebahagiaan lewat cara-cara yang sederhana. “aku hanya ingin membahagiakanmu”.

Manisnya puding cokelatku...
Yes, I said “puding cokelatku”, yang artinya yang bisa merasakan manisnya hanya aku. Yang bisa mengingat manisnya hanya aku. Khawatir jika kisah manis sesungguhnya kuceritakan, akan ada banyak perempuan yang jatuh hati padanya.

Sincerely,


Ur Nougat~~

Sabtu, 23 Mei 2015

Belajar Komputer Administrasi


Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dengan Konsentrasi Pendidikan Administrasi Perkantoran, mempelajari mata kuliah Komputer Administrasi adalah wajib hukumnya. Mata kuliah ini saya ambil di semester 4 dengan 2 SKS.

Apa itu Komputer Administrasi???

Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti. Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan.

Jadi, Komputer Administrasi adalah serangkaian mesin elektronik yang membantu kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggeraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan.

Apa saja yang dipelajari di Komputer Administrasi???
  • Dasar-dasar Microsoft Office seperti Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point, Ms. Access, Ms. Publisher, dll.
  • Menggunakan internet
  • Membuat surat formal yang baik dan benar
  • Mengetik dengan cepat

Apa saja keunggulan mempelajari Komputer Administrasi???

  • Mempermudah pengambilan keputusan untuk membuat sebuah rencana dari administrasi sebelumnya untuk administrasi yang akan dirancang ke depannya
  • Mengelompokkan tugas-tugas secara tepat
  • Penguasaan dasar-dasar Microsoft Office
  • Waktu yang efektif

Apa kesan-kesan mempelajari Komputer Administrasi???

Selama satu semester saya mengambil mata kuliah Komputer Administrasi, saya merasa banyak manfaat yang bisa saya peroleh. Yang paling penting adalah dasar-dasar Microsoft Office tersebut. Dan yang paling berkesan adalah saat mempelajari Microsoft Power Point, dimana kami diberikan tugas membuat Power Point Promosi Diri serta mempresentasikannya di depan kelas secara individu dengan penampilan yang harus rapih.

Minggu, 17 Mei 2015

Untuk Kamu yang Telah Jauh


Hai Mr. X...

Pertama kali kita diberikan kesempatan untuk bertemu adalah saat kita duduk di bangku SMP kelas 3. Dengan cara pertemuan yang sedikit tidak menyenangkan. Dua orang perempuan yang merupakan teman-temanku sama-sama menyukaimu dan akhirnya mereka hanya berujung pada pertengkaran dan saling memendam benci. Aku bertindak sebagai mediator pada saat itu, tapi kau justru melihat dan tertarik padaku. Anehnya ketika mereka tahu tentang perasaanmu padaku, mereka mendukung kamu dan aku untuk bersatu.

Kamu adalah laki-laki pertama yang menyatakan cinta padaku secara langsung dan aku baru benar-benar merasa dicintai saat bersamamu. Kejujuran yang selalu kau tunjukkan padaku, mampu membuat aku tidak menoleh kemanapun. Kau memiliki kepercayaanku, pada saat itu. Menempuh pendidikan di SMA yang berbeda pun bukanlah sebuah masalah besar untuk kita. Kita mengatur waktu untuk bertemu dan terus menyempatkan diri untuk berkomunikasi.

Entah apa penyebabnya, kamu pernah dengan tiba-tiba memutuskan hubungan kita yang kuterima dengan penuh rasa ikhlas. Walaupun tak sampai sebulan, kau memintaku untuk kembali. Hubungan ini kita perbaiki bersama-sama. Tapi tak lama kemudian, kamu begitu lagi. Memutuskan hubungan kita secara sepihak. Dan lagi-lagi aku hanya bisa menerimanya dengan ikhlas.

Kekosongan. Aku merasa begitu kosong setelah itu. Sampai kamu menghubungiku lagi dan memintaku untuk bertemu. Memintaku untuk kembali padamu. Kamu pernah memutuskan hubungan ini dua kali tanpa alasan yang jelas dan tidak akan pernah ada yang ketiga kalinya. Aku menolak untuk kembali bersama bahkan aku tidak mempedulikan rengekanmu.

Sampai kutahu bahwa kamu menemukan penggantiku dan aku pun memutuskan untuk mencari penggantimu. Pikiranku sakit waktu itu, hingga aku memutuskan untuk menerima jalinan hubungan cinta yang ditawarkan oleh sahabatmu. Aku pikir dengan cara inilah, aku bisa melupakanmu. Tapi ternyata cara ini gagal.

Kamu kembali lagi padaku, entah untuk yang keberapa kalinya. Padahal kamu sadar betul kalau telah ada perempuan lain yang berjalan disisimu. Dengan kebodohan yang timbul akibat rasa rindu yang dalam, dengan tangan terbuka aku menerimamu. Hanya hubungan tanpa status, hubungan yang disembunyikan dari perempuanmu.

Kebahagianku adalah ketika kamu bilang kalau kamu dan dia telah putus. Tapi entah kenapa, aku masih merasa nyaman dengan hubungan kita yang tanpa status dan tidak merengek padamu untuk segera meresmikan hubungan kita. Aku takut dengan hubungan yang resmi dan adanya kemungkinan putus tersebut.

Ternyata kamu sakit dan memutuskan untuk kembali ke Bengkulu –kota asalmu- untuk berobat. Barulah setelah kamu kembali dari Bengkulu, kamu meresmikan hubungan kita.Tapi kamu belum sembuh benar dan aku selalu meluangkan waktu untuk membantumu dan merawatmu. Walaupun aku harus merelakan beberapa hal.

Aku begitu bahagia ketika kamu sembuh. Kamu bisa kembali bekerja. Kamu mengenalkan aku pada orangtua angkatmu dan orangtua kandungmu. Kamu mengabarkan padaku bahwa ibumu merestui kita. Dan kamu menjanjikan sebuah pernikahan padaku. Sampai aku benar-benar yakin bahwa kita hanya tinggal menunggu waktu saja untuk itu.

Bahkan, kenyataan aku menemukan sebuah puisi buatanmu tentang perempuan-perempuan yang pernah hadir di hidupmu dan dalam puisi itu aku tahu bahwa kau bertahan denganku bukan karena cinta tapi karena komitmen, aku tak mempermasalahkannya.

Tapi aku mulai merasa ada yang ganjal ketika hari dimana kamu tiba-tiba pergi ke Bengkulu. Kamu hanya bilang bahwa ada masalah di Bengkulu yang harus diselesaikan. Saat kamu kembali, aku perlu mendesakmu mati-matian agar menjelaskan tentang masalah apa yang ada di Bengkulu.

Sebuah perjodohan. Kamu mendapatkan sebuah perjodohan dari Mbah-mu! Apa-apaan! Dimana dia saat kamu sedang dalam masa sulit di sini? Dimana dia saat kamu sedang sakit? Dimana restu ibumu padaku yang hilang karna rasa takut pada Mbahmu? Dimana janji sebuah pernikahan yang kau berikan padaku? Dimana kamu yang keras kepala dan pantang menyerah? Dan yang paling penting, dimana hatimu berada? Kenapa kau tak mampu menolak perjodohan itu?

Apakah aku bisa memanggilmu Pemberi Harapan Palsu?

Tapi ketahuilah kamu si Pemberi Harapan Palsu, siapa laki-laki yang ada di sisiku sekarang. Dia tak pernah sedikitpun membiarkan aku merasa sedih yang berlarut-larut. Dia tak pernah lelah membimbingku menjadi dewasa. Dia begitu sabar menghadapiku.

Aku masih punya banyak tahun ke depan yang bahagia bersama dia. Empat tahun bersamamu kemarin itu akan jadi tidak ada apa-apanya ketika aku dan dia terus melangkah ke depan untuk saling membahagiakan. Saling membahagiakan tanpa batas waktu dan ruang.
Cerpen ini ditulis untuk mengikuti kompetisi #NulisFiksiPHP dari @iindrapurwana, berhadiah 3 e-book “Rahasia Menulis Kreatif” karya Raditya Dika.

Sabtu, 25 April 2015

Masih Ingatkah Kamu Jalan Pulang???



Tiga buah tanda tanya di setiap pertanyaan yang kamu ajukan padaku, itu cirimu. Sekarang aku pun mulai menggunakan tiga buah tanda tanya itu. Tak percaya??? Lihat saja judulnya...

“Masih Ingatkah Kamu Jalan Pulang???”

Kata orang, kekasih sejati tidak akan pernah meninggalkan.

Kata orang (lagi), cinta bisa datang dan pergi. Tapi hanya cinta sejati yang tau jalan untuk kembali.

Lagi-lagi aku mendengarkan kata orang yang bilang bahwa, orang yang pernah pergi, tidak akan pernah sama lagi saat kembali.


Kata-kata itu mungkin bisa mempengaruhiku. Tapi aku telah menolak untuk dipengaruhi. Karena jika aku terpengaruh, akibatnya hanya perasaan berburuk sangka kepadamu yang muncul dan mendominasi.

Kamu telah datang dengan cara yang benar-benar berani. Yang mungkin kebanyakan orang akan memilih untuk mundur jika menghadapi hal seperti itu.

Kau tahu betul cara memperlakukan wanita dengan baik. Kebahagiaan-kebahagiaan yang kau berikan begitu banyak. Hingga saat kau melakukan sesuatu yang membuatku jengkel, kau mampu meredamnya lewat kebahagiaan sederhana yang pernah kau berikan. “Dia sudah begitu baik dan membuatku bahagia. Satu kesalahannya ini, tak akan mengubah perasaanku terhadapanya.”

Tapi...


Yang ini berbeda. Aku merasa kau benar-benar jauh. Yaa, benar-benar begitu berani membuatku merasa sejauh ini darimu. Hingga aku khawatir... sebenarnya ingatkah kau jalan pulang, My Ant???



Selasa, 03 Maret 2015

Teruntuk Ayah di Surga



Ayah aku merindukanmu...

Saat-saat belajar bersama Ayah. Tidak dengan kelembutan seperti Ibu tapi Ayah tetap sabar mengajariku banyak hal. Bersepeda, mengendarai motor, memasang lampu, pelajaran-pelajaran di sekolah. Ayah guru terbaik yang pernah aku miliki.

Aku pikir aku lebih dekat pada Ibu. Tapi setelah mendengar cerita Ayah tentang masa kecilku yang selalu tidur di atas dada Ayah dan menangis saat dipindahkan, setelah menyadari betapa miripnya watak Ayah dengan watakku,dan setelah menyadari bahwa Ayah adalah satu-satunya orang yang aku dengarkan, aku tahu bahwa ikatan yang Ayah dan aku miliki begitu kuat terjalin tanpa sadar.

Tahukah Ayah apa yang paling menyakitiku setelah Ayah pergi?

Sampai usiaku menginjak 18 tahun, Ayah sudah mendidikku untuk tidak merayakan ulang tahun dengan kue seperti anak kebanyakan. Itu bukan masalah bagiku, Ayah. Sama sekali bukan masalah. Ayah dan Ibu sudah memberikan sesuatu yang lebih manis dari kue ulang tahun, sesuatu yang lebih menarik dari kado ulang tahun, sesuatu yang lebih indah dari apapun yang ada di dunia ini yaitu kalian mengucapkan selamat ulang tahun padaku lalu mencium pipiku dan mendoakkan doa-doa yang baik padaku.

Tapi kenapa hanya 18 tahun, Ayah? Bahkan sampai detik ini, aku masih menunggu ucapan ulang tahun dari Ayah. Tak apa jika hanya lewat mimpi, Ayah. Aku hanya tidak ingin berhenti mendengar ucapan ulang tahun dari Ayah. Tak apa jika Ayah telat 5 bulan mengucapkannya. Itu akan tetap jadi hadiah terindahku.

Ayah... Maaf...

Aku tidak bisa membahagiakanmu bahkan sampai nafas terakhirmu. Aku tidak bisa memberikan kesan yang baik bahkan sampai nafas terakhirmu. Aku membangkangmu, aku menyakiti perasaanmu, aku membentakmu, aku bahkan menolak menemanimu ke Rumah Sakit untuk check up hanya karena tugas kuliah. Jika aku tahu kalau itu adalah permintaan terakhirmu, Ayah... Ayah, maafkan aku.

Ayah terimakasih...

Untuk waktumu di dunia ini, Ayah. Menafkahi kami, membimbing kami, begitu mencintai kami dengan caramu. Aku belajar banyak untuk tidak mengeluh dari Ayah. Seberat apapun hidup Ayah, betapa berlikunya perjalanan yang Ayah lalui, apapun cobaan yang Ayah hadapi, aku tak pernah mendengar Ayah mengeluh. Ayah selalu siap jika aku membutuhkan bantuan. Aku sayang Ayah J


Ayah... Bacalah...